Mobil hitam itu akhirnya berhenti sempurna di pelataran luas kediaman utama keluarga Hutama. Eksterior megah ala keluarga kerajaan memenuhi pandangan. Begitu pintu mobil dibukakan, beberapa pelayan sudah berbaris rapi menyambut mereka.“Selamat datang, Tuan dan Nyonya.”Langkah Mayra sempat terhenti sepersekian detik. Panggilan itu meskipun hari ini sudah dia dengar untuk kedua kalinya, masih terasa asing sekaligus berat di telinganya. Savian, di sampingnya, justru terlihat santai. Dengan gestur ringan, ia menggandeng pergelangan tangan Mayra, menuntunnya masuk seolah itu hal paling biasa di dunia. Mayra hanya bisa mengangguk kikuk menjawab sapaan-sapaan tersebut. Menyadari bagaimana Mayra bersikap, Savian tersenyum super tipis.“Biasakan saja,” gumamnya pelan, cukup untuk didengar Mayra. “Mulai hari ini, itu panggilanmu.”Mayra masih mengangguk kikuk, lebih lanjut mengikuti langkah Savian yang mulai masuk menyusuri pintu masuk utama.Begitu masuk ke dalam, kemewahan rumah itu lang
Read more