Ryan membuka pintu balkon dan melangkah keluar.Di sudut balkon yang cukup luas itu, seekor anjing berbaring dengan kepala di atas cakarnya, matanya terbuka setengah dengan cara makhluk yang tidak sedang tidur tapi juga tidak sedang terlalu memperhatikan dunia.Bukan anjing kecil.Bukan anjing sedang.Anjing ini punya tubuh sebesar setengah lemari pakaian berdiri, bulu cokelat gelap yang tebal dan berat, dan rahang yang, kalau terbuka, bisa memuat kepala orang dewasa dengan cukup nyaman. Ketika kepalanya terangkat dan matanya yang cokelat tenang menatap Ryan, ada kualitas evaluatif di sana. Bukan ancaman. Tapi juga bukan salam. Lebih seperti seseorang yang sedang memutuskan apakah tamu ini layak mendapat perhatian penuh atau cukup separuhnya.Ryan menatap balik.'Ini Mimi.'"Dia jinak." Suara Scarlett dari dalam kamar, dari sofa, tanpa bergerak. "Tidak menggigit."Ryan menatap makhl
Read more