Scarlett menatap tangan Ryan yang masih menggantung setengah jalan di udara, tidak melanjutkan, tidak menarik diri. "Aku bilang tidak perlu." Suaranya keluar lebih datar dari yang ia rencanakan, tapi justru karena itulah nadanya terdengar seperti tembok, bukan penjelasan. Ryan membaca itu. Tangannya ditarik kembali tanpa debat, tanpa ekspresi yang mengandung komentar diam-diam. "Baik." Dia berdiri. Kursinya dipindah kembali ke sudut dengan satu gerakan ringan, seolah tidak ada yang terjadi. Scarlett menatap langit-langit. Detik-detik berlalu dengan berat. Dari sudut mata, ia masih bisa melihat Ryan yang duduk kembali di kursinya tanpa menunjukkan ketidaknyamanan apa pun. "Bukan soal apa yang kamu pikir." Suaranya keluar pelan, hampir seperti berbicara kepada dirinya sendiri. "Aku tidak memikirkan apa-apa." Scarlett membalik badan, menatapnya langsung untuk pertama kali dalam beberapa menit. "Seseorang baru saja masuk ke kamar ini dengan alasan yang tidak jelas dan tangan yan
Read more