"Kamu tahu Presiden Thornfield bilang apa padaku?" Emma meletakkan gelasnya ke meja dengan bunyi yang sedikit lebih keras dari biasanya. Dia menirukan nada suara seseorang yang sudah sangat dia kenal. "Emma Snow, jangan ikut campur urusan departemen penjualan. Kalau tidak mau dengar, jabatan general manajer tidak perlu dipertahankan." Setelah kalimat itu keluar, Emma langsung menuangkan minuman lagi, tangannya sedikit gemetar saat menahan botol. Ryan tidak menyentuh gelasnya. Dia memperhatikan Emma tanpa ekspresi berubah, tapi di kepalanya sudah mulai merangkai potongan situasi. Emma sudah menyelidiki departemen penjualan selama berminggu-minggu. Bukan gosip kecil, tapi investigasi yang serius. Laporan yang tidak cocok, stok yang menghilang, pola-pola yang kalau dilihat bersamaan membentuk satu gambaran utuh. Semua bukti sudah terkumpul, semua dokumen sudah disusun rapi, semua keping sudah ada di tempatnya. Emma sudah siap membawa semuanya ke atas, tinggal menunggu momen yang
อ่านเพิ่มเติม