Setelah membicarakan rencana untuk Susan, Ryan tiba-tiba teringat sesuatu.Matanya beralih ke Adrian. Tangan kanannya masuk ke balik jubah, lalu menarik keluar sesuatu yang berkilau saat terkena cahaya lampu, memantulkannya dengan cara yang berbeda dari logam biasa.Bilah Vane."Pedang?" Dixon melirik bentuknya. "Bentuknya aneh, tapi ya, itu pedang."Adrian memandang bilah itu dalam diam. Dia sudah melihatnya sewaktu rombongan baru kembali dari arena tadi malam, tapi situasi tidak pernah memberi waktu untuk bertanya lebih jauh. Secara intuitif, dia sudah tahu benda ini bukan sesuatu yang biasa. Ukiran di permukaannya, cara kilau metalnya bergerak seolah ada sesuatu di dalam logam itu yang hidup.Tidak ada senjata yang pernah ia lihat seperti ini."Coba pegang," kata Ryan.Bilah Vane masih di tangannya, tapi Adrian tidak langsung mengambil.Ryan tersenyum melihat ekspresiny
อ่านเพิ่มเติม