Dari dalam kamar, sesekali masih terdengar isak yang mulai mereda, diselingi suara Nadia yang berbicara pelan, terlalu samar untuk ditangkap jelas.Ryan tidak berani mendekat ke pintu, apalagi sampai menempelkan telinga ke sana.'Sekali sudah cukup membuat masalah.'Dia tidak ingin menambah kecurigaan baru kalau ketahuan menguping pula. Malam ini reputasinya sudah cukup rusak tanpa perlu ditambah lagi.Cukup lama berlalu, mungkin sepuluh menit, mungkin lebih, sebelum pintu kamar terbuka kembali dan Nadia melangkah keluar. Wajahnya masih tidak nyaman, alisnya belum turun sepenuhnya.Dia memandang Ryan satu detik penuh sebelum bersuara.Melihat ekspresi itu, Ryan bertanya hati-hati. "Bagaimana keadaannya?""Menurutmu bagaimana?" Nadia melempar tatapan tajam ke arah Ryan, rahangnya mengeras, kedua alisnya bertaut."Nadia, jangan salahkan aku begini." Ryan berkata pelan, lebih kepada dirinya sendiri daripa
閱讀更多