Quinn terdiam, tidak sanggup membantah kalimat itu. Ia tahu Ryan benar, tapi hatinya tetap menolak untuk sepenuhnya menerima kenyataan itu. Bagaimana pun, di depan matanya sendiri dia sudah melihat sosok seorang ibu yang rela mengorbankan apa saja demi anaknya. Sulit rasanya menempatkan logika di atas perasaan seperti itu, meski dia tahu Ryan sedang berusaha mengajarkannya sesuatu yang lebih penting. Dadanya masih terasa penuh oleh perdebatan yang belum lama reda. Belum sempat Quinn membalas, suara Sandra dari dalam kamar rawat tiba-tiba terdengar samar melalui pintu yang tertutup. Wajah Ryan berubah seketika, garis rahangnya mengeras, matanya menyipit tajam ke arah pintu ruangan. "Celaka, gawat sekali!" "Mia sayang, ibu memang tidak baik, ibu tidak bisa merawat kamu dengan layak. Tapi kamu harus percaya sama ibu, ke mana pun kamu pergi, ibu akan selalu bersama kamu, ibu tidak akan pernah membiarkan kamu sendirian..." Suara itu terdengar lembut, tapi ada sesuatu di dalamnya ya
Read More