Celeste dan Hannah tersentak kaget mendengar seruan mendadak dari Mina, cangkir teh di tangan Hannah bahkan hampir terjatuh karena kagetnya. Begitu keduanya mendongak menatap gadis itu, Mina sudah lengkap mengenakan zirah, satu tangan menggenggam pedang, tangan lainnya memegang perisai, seolah persiapannya sudah selesai hanya dalam hitungan detik.Belum sempat Celeste bertanya apa yang sebenarnya terjadi, sosok Mina sudah menghilang dari hadapan mereka, meninggalkan hembusan angin yang membuat rambut Celeste sedikit tersibak.**Sementara itu, Ryan berdiri di kaki bukit, jauh dari kawasan kota. Sunyi total menyelimuti tempat itu, hanya suara angin malam yang berdesir pelan di antara rerumputan kering. Matanya menatap tajam ke arah tenggara, arah dari mana niat membunuh itu berasal.Namun setelah menunggu beberapa saat, rasanya sumber itu tetap tidak bisa ia jangkau. Ryan menyalakan sebatang rokok, menghisapn
Read More