"Mana mungkin Mina melakukan itu. Kalau Kaisar sampai mati, di mana lagi Mina bisa melanjutkan pewarisan garis darah?" "Bagus, bagus kalau begitu." Ryan menghela napas lega. Setidaknya gadis ini tidak berniat membunuhnya. Namun begitu ia menunduk menatap pergelangan tangannya, kelegaan itu berganti menjadi kening yang berkerut. Kedua sayatan tadi ternyata sudah menutup dengan sendirinya, alirannya nyaris berhenti. Dia mengangkat tangannya dan berkata pada Mina, "Sepertinya perlu digores sekali lagi. Darahnya kelihatannya sudah tidak keluar banyak." Kemampuan pemulihan diri Ryan memang luar biasa, dan bekerja dengan sendirinya. Dia tidak perlu mengerahkan tenaga dalam untuk menutup luka. Di medan pertempuran mana pun, kemampuan ini adalah anugerah yang tak ternilai, sudah tak terhitung berapa kali ia lolos dari maut karenanya. Sekarang, kemampuan itu justru rajin sekali menutup rapat setiap sayatan yang baru dibuat, seakan sengaja mempersulit prosesnya sendiri. Maka Mina pun
Read More