Lucas dan Claude saling menatap dengan bingung. Lalu Luke menyahut dari belakang. "Apakah yang Anda maksud adalah Tuan Muda Raymond?" Lucien mengepakkan tangan, ia tertawa kaku. "Hahahah, tidak mungkin orang itu ada di sini, kan?" tanyanya sambik menatap Isaac.Isaac tersenyum hingga matanya menyipit. "Saya tidak mengundang Tuan Muda Luthadel secara khusus. Tapi tunangan saya mengundang ibunya, Yang Mulia Duchess Luthadel."Lucien mendengus. "Datang pun bukan berarti akan ada masalah." Ia memalingkan wajah, matanya menatap ke arah rumah kaca yang sejauh lima belas meter di depan sana.Obrolan para pemuda ini tak jauh dari isu-isu politik terkini, bahkan tak segan menyinggung kebijakan tiap wilayah yang berbeda-beda, saling membanding-bandingkan jumlah pasukan, kesulitan dalam memimpin, atau bahkan dalam urusan peperangan. Lucien menguap, matanya sesekali masih tertuju pada rumah kaca itu. Ia mulai bosan dengan obrolan mereka yang semakin lama justru semakin monoton."Bolehkah aku pe
최신 업데이트 : 2026-03-09 더 보기