"Aku menemukan ini di arsip bawah tanah kediaman pribadiku." suara Alaric rendah, namun jernih, memecah keheningan laboratorium. Alaric datang sendirian, mendekap sebuah gulungan perkamen kuno dengan sampul kulit naga yang menghitam dimakan usia.Ia melangkah masuk dengan gerakan yang tenang, hampir menyerupai keanggunan seekor predator yang telah menjinakkan insting liarnya. "Ini adalah catatan tentang Aethel-Flora yang pernah ditulis oleh peneliti dari masa empat dekade lalu. Kupikir, ini bisa membantu menstabilkan frekuensi mawar yang sedang kau riset, Celestine."Celestine menghentikan jemarinya yang sedang memegang pipet, netra ungu-nya menatap Alaric dengan keraguan yang mulai terkikis. Ia melihat tidak ada lagi api obsesif yang biasanya menyala di mata pria itu, yang tersisa hanyalah sebuah ketulusan yang tenang, sebuah inisiatif yang lahir dari keinginan untuk membantu, bukan memiliki."Terima kasih, Alaric." bisik Celestine, menerima gulungan itu. "Aku sedang kesulitan menca
Read more