"Satu jari masuk ya, Mah," bisik Pram pelan, suaranya parau tertutup riuh rendah napas mereka yang beradu. Dengan gerakan perlahan namun pasti, ia mendorong jari tengahnya memasuki rongga kawah gelap milik Tari yang sudah sangat banjir dan hangat."Ehmmm, hmmm.. ohhhmpff," desah Tari tertahan. Mulutnya yang masih tersumpal kepala mercusuar milik Pram membuatnya hanya bisa mengeluarkan gumaman yang tidak jelas. Ia meremas paha Pram dengan kuat, merasakan sensasi benda asing yang mulai mengaduk-aduk bagian dalamnya dengan ritme yang sangat menggoda.Pram yang melihat reaksi Tari menjadi semakin jahil. Ia tidak puas hanya dengan satu jari. Dengan sedikit dorongan, ia memasukkan dua jarinya sekaligus, meregangkan dinding lorong labirin Tari yang elastis. Tari semakin mendelik, matanya berair karena kombinasi antara rasa penuh di mulut dan desakan nikmat di bawah sana. "Ohmmmm, ufhhhhh... hmmmpphh!" Gumamannya semakin kacau, desahannya tertahan di tenggorokan, menciptakan harmoni ga
Baca selengkapnya