"Sini, duduk di pahaku aja," ucap Pram sambil bersimpuh di lantai, menyandarkan punggungnya ke dinding kamar gubuk yang mulai dingin.Tari menyeringai nakal, ia bangkit berdiri dengan tubuh polosnya yang gemulai, membiarkan sepasang semangka miliknya bergoyang bebas mengikuti irama gerakannya. Ia kemudian perlahan menurunkan tubuhnya, duduk di atas pangkuan Pram menghadap ke arah meja laptop. Namun, Tari memang dasarnya jahil, alih-alih duduk dengan posisi biasa, ia sengaja menggeser bokongnya lebih ke belakang. Ia memastikan mercusuar Pram yang sudah menegang maksimal terselip tepat di antara kedua paha atasnya, bergesekan langsung dengan pintu kawah gelap miliknya yang sudah berembun.Pram menarik napas panjang, menahan gejolak yang tiba-tiba menyengat pusat sarafnya. "Eh bentar, Mah. Angkat bokongmu bentar deh. Agak kurang pas ini dudukannya, pahaku sakit kena garis lantai," ucap Pram dengan suara yang sedikit tertahan.Tari terkekeh kecil, nampak sangat menikmati kejahilannya.
Read more