"Puas banget aku, Mah. Sumpah, baru kali ini kamu giniin, rasanya kayak mau copot semua persendian tulangku gara-gara nahan nikmat tadi," kata Pram dengan suara parau sambil membiarkan tubuhnya terkulai lemas di atas kasur.Tari terkekeh kecil, ia beringsut ke samping Pram lalu melingkarkan tangannya yang lembut ke dada bidang pria itu. Ia menyandarkan kepalanya di bahu Pram, membiarkan salah satu semangkanya yang kenyal menindih lengan Pram dengan mesra. "Kalau gitu sekarang kita tidur yuk, mumpung udaranya lagi enak. Bibi pijatnya udah kecapekan banget nih habis ngeluarin tenaga ekstra buat nyenengin pasien istimewa," candanya sambil mengecup singkat rahang Pram.Mereka berdua akhirnya berpelukan erat dalam keadaan polos tanpa busana, saling menyalurkan kehangatan di tengah sejuknya angin hutan yang menyelinap lewat celah dinding kayu hingga keduanya terlelap pulas.Sore harinya, saat matahari mulai condong ke barat, Pram terbangun lebih dulu. Ia segera meraih ponselnya dan mengi
Mehr lesen