Pram terbelalak. Bi Surti rupanya baru saja selesai buang air dan sedang dalam posisi mengangkat kain segitiganya kembali ke atas. Karena roknya terangkat tinggi, Pram bisa melihat dengan jelas dua bukit pantat Bi Surti yang lebar dan berisi, lengkap dengan kain segitiga warna krem yang sudah mulai kendor karena sering dipakai. Keduanya tertegun. Bi Surti menatap dengan wajah sangat kaget, sementara tangan Pram masih memegang gagang pintu, tidak bisa bergerak maupun berpaling dari pemandangan di depannya. "Aduh, Mas Pram! Kok nggak ketuk pintu dulu sih kalau mau masuk? Main nyelonong aja," tegur Bi Surti dengan suara yang tidak benar-benar marah. Ia justru tampak tersipu, wajahnya memerah saat ia menarik roknya menutupi dua bukit pantatnya yang lebar dan padat. Pram berdehem canggung, mencoba mengalihkan pandangannya dari kain segitiga warna krem yang tadi sempat mengintip. "Maaf, Bi. Habisnya pintunya nggak dikunci, jadi aku pikir nggak ada orang di dalam." Bi Surti tidak membal
Last Updated : 2026-02-01 Read more