Bunga merasa bersalah, ia mencoba memajukan wajahnya kembali ke arah pusat karaoke Pram, berniat untuk membangkitkan kembali gelora yang terputus tadi. Namun, Pram dengan lembut menahan bahu Bunga dan menggelengkan kepala."Jangan dilanjutkan, Bunga. Sebaiknya kita langsung pulang sekarang. Aku takut Bu Sisil makin curiga kalau kita kelamaan di jalan. Aku takut Bu Sisil marah nanti," ujar Pram dengan suara rendah namun tegas.Bunga hanya bisa mengangguk lemah, merasa tak enak hati pada Pram. “Ya udah, terserah Mas aja,” lirihnya.Pram segera menyalakan mesin mobil dan melajukannya kembali menuju kawasan tempat tinggal mereka. Sepanjang sisa perjalanan, suasana menjadi agak sunyi, hanya ada deru mesin dan hembusan AC yang mendinginkan suhu tubuh mereka yang sempat membara.Sesaat sebelum mobil memasuki gerbang halaman rumah, Bunga memecah kesunyian. "Mas Pram... makasih ya buat hari ini. Jujur, aku ngerasa nyaman banget sama Mas. Besok-besok, bantu aku lagi ya kalau aku butuh bantuan s
Last Updated : 2026-02-05 Read more