Share

338. Sebungkus Roti Gandum

Author: Leva Lorich
last update publish date: 2026-04-18 10:45:57

"Ta-tapi, membawa pulang Ibu kan harus lunasin biaya rumah sakit dulu, Mas? Terus nanti kalau sampai rumah lalu Kakek sama Nenek malah ngamuk gimana? Kita nggak punya alasan kuat kalau mereka tahu kita bawa Ibu kabur," ucap Dara dengan nada bingung, jarinya meremas ujung blusnya yang sudah agak kusut.

"Udah aku bilang kan kemarin? Soal biaya itu urusanku, semua aku yang tanggung. Terus begitu keluar dari rumah sakit, kita langsung cari sewa rumah yang siap pakai. Jadi kita nggak usah balik ke r
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   524. Asisten Super

    Waktu perjalanan pun usai. Setelah menempuh belasan jam penerbangan yang melelahkan melintasi beberapa zona waktu, roda-roda pesawat berbadan lebar yang mereka tumpangi akhirnya menyentuh landasan pacu dengan mulus. Mereka tiba di Amsterdam. Hembusan angin musim panas Eropa yang berhawa sejuk langsung menyambut langkah kaki Pram dan Dara begitu mereka keluar dari garbarata menuju area kedatangan Bandara Schiphol yang megah dan sibuk.Pram yang telah mendapatkan waktu tidur yang cukup selama di pesawat kini tampak jauh lebih segar. Sisa-sisa pegal di pinggangnya akibat gempuran ranjang maraton bersama para wanitanya di Indonesia telah sepenuhnya hilang, mengembalikan vitalitas jantannya ke dalam kondisi prima. Sembari menarik koper besar milik mereka, Pram mengajak Dara memesan kamar hotel bintang lima yang terletak di pusat kota Amsterdam, memilih akomodasi terbaik untuk memastikan kenyamanan mereka selama menjalankan misi pengambilalihan aset peninggalan almarhum ayahnya.Sebuah t

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   523. Permaisuri Di Awan

    Waktu keberangkatan pun tiba. Setelah segala persiapan dokumen perjalanan dan legalitas rampung disiapkan oleh Sisil, siang hari ini Pram sudah berada di area terminal internasional bandara untuk memulai babak baru pencarian dinasti bisnis peninggalan almarhum ayahnya.Pram duduk di kursi tunggu bandara bersama Dara, menunggu jadwal penerbangan mereka yang tinggal menyisakan waktu beberapa puluh menit lagi sebelum lepas landas. Suasana ruang tunggu kelas bisnis yang cukup tenang dan sejuk oleh pendingin ruangan terasa begitu nyaman. Namun, di balik penampilan rapinya yang mengenakan jaket kasual dan celana denim gelap, kondisi fisik Pram saat ini sebenarnya sedang berada di titik yang sangat rapuh.Benar saja perkiraan Pram kemarin. Setelah pulang dari melayani kepuasan Tari, Sarah, dan Sinar hingga energinya terkuras cukup banyak, sesampainya di rumah utama ia kembali dihajar oleh Sisil, Bunga, dan Intan secara bergantian dan bertubi-tubi hingga menjelang dini hari tadi. Ketiga wa

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   522. Bersahut-sahutan

    ”Iya nih, aku belum nyembur juga. Kalian nungging yuk. Jejer kesamping ya,” perintah Pram dengan nada suara bariton yang teramat sangat berat, dalam, dan sarat akan dominasi.Mendengar instruksi dari pria yang paling mereka gilai itu, Sinar, Tari, dan Sarah yang tubuh polos mereka masih lemas sertaa terengah-engah pasca pelepasan massal tadi, seketika mengumpulkan sisa-sisa tenaga mereka dengan patuh. Tanpa bantahan sedikit pun, ketiga wanita cantik itu merangkak memposisikan diri di atas sprei kasur king-size yang sudah berantakan. Mereka berjejer ke samping secara berurutan, menunggingkan tubuh polos mereka dengan membelakangi Pram, membiarkan sepasang buah dada kembar mereka menggantung erotis menempel di atas kasur. Dari posisi menungging berjejer ini, tiga aset bulatan belakang yang sangat montok, padat, dan mulus tersaji seutuhnya di depan mata Pram, lengkap dengan kawah gelap masing-masing yang sudah menganga lebar, memerah merekah, dan basah kuyup kebanjiran sisa cairan asm

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   521. Masih Belum Juga

    Pergumulan panas di dalam kamar utama yang terkunci rapat itu kian bergerak liar mencapai titik kulminasi gairah yang luar biasa pekat. Pram yang berbaring telentang di atas kasur king-size merasakan seluruh tubuh tegapnya dikepung oleh kehangatan dan aroma intim dari ketiga wanita cantiknya yang sudah sepenuhnya kehilangan pengendalian diri akibat terbakar nafsu tiada tara.Di atas selangkangannya, Sarah masih terus mempertahankan gerakan memompa pinggulnya naik dan turun dengan ritme yang dalam. Setiap kali pangkal paha Sarah berbenturan dengan paha kokoh Pram, suara tamparan kulit yang basah berdentum riuh berulang kali memecah keheningan kamar. Pram yang menyadari jepitan dinding dalam gua Sarah sudah bergerak kian kencang dan berdenyut liar meremas batang senjatanya, segera memberikan instruksi baru. Pram meminta Sarah tetap disana hingga mencapai puncaknya, menuntut wanita itu untuk tidak menurunkan temponya sedikit pun demi meraih kepuasan maksimal.”Terus, Sarah... jangan

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   520. Terpantik

    Setelah memuaskan hasratnya dengan belasan kali hentakan liar yang menguras sisa-sisa tenaganya, Tari akhirnya mengangkat pinggulnya perlahan, menarik keluar pedang pusaka Pram dari dalam dirinya dengan suara letupan basah yang seksi. Tari turun dari atas tubuh Pram dengan napas yang terengah-engah lambat, tubuh mulusnya terkulai lemas di atas kasur sembari membiarkan sisa cairan kebasahan mengalir di sela-sela paha mulusnya.Melihat menara kebahagiaan milik Pram masih berdiri tegak dengan sangat gagah, tegang maksimal, dan berkilat-kilat basah oleh sisa pelumas alami, giliran Sarah yang tidak ingin membuang waktu lebih lama lagi. Sarah yang langsung merangkak gemulai mengambil alih posisi di atas selangkangan Pram. Dengan sisa gairah yang sudah membakar seluruh relung curamnya, Sarah memegang batang tongkat baseball raksasa milik Pram, mengarahkan ujung kepalanya yang panas membara tepat di bibir gua miliknya yang sudah becek luar biasa.Sarah menurunkan pinggulnya secara perlahan

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   519. Berlomba-lomba

    ”Mas, aku mau dimanjain pakai ini,” bisik Sinar dengan suara yang teramat sangat serak dan mendesah manja. Sepasang matanya yang sayu dan berkabut gairah menatap lurus ke arah pangkal paha Pram, sementara tangan halusnya menggenggam erat milik Pram yang sudah menegang maksimal bagaikan tongkat baseball raksasa yang luar biasa keras, panas, dan berurat menonjol. Genggaman tangan Sinar bahkan tidak mampu melingkari seluruh diameter batang perkasa itu dengan sempurna, membuktikan betapa dahsyatnya ukuran senjata sang bos besar setelah menerima servis mulut beruntun tadi.Pram tersenyum lebar, mengusap lembut helai rambut Sinar yang tampak sedikit berantakan akibat luapan hasrat yang membara di dalam kamar tidur yang terkunci rapat tersebut. ”Aku rebahan aja ya. Kalian yang bergantian di atasku. Aku mau menghemat tenaga biar besok di pesawat nggak kram semua,” sahut Pram dengan nada suara baritonnya yang dalam, memberikan instruksi manja yang langsung disambut dengan anggukan patuh dan

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   67. Kecepatan Tinggi

    Pram melepaskan pagutan bibir mereka sejenak, menatap Intan yang wajahnya kini nampak sangat bergairah dengan keringat tipis yang mulai membasahi dahi. "Gimana? Udah mulai kerasa panasnya pindah ke badanku kan, Tan?"Intan hanya bisa mengangguk lemah, kedua tangannya kini mulai berani merayap turun

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   70. Sampai Polos

    Namun, keajaiban terjadi. Tari hanya menatapnya sejenak dengan wajah yang nampak canggung, pipinya sedikit bersemu merah.Tari masih diam seribu bahasa, ia hanya memberikan sedikit jalan agar Pram bisa lewat tanpa mengucapkan satu patah kata pun yang menyakitkan."Baru pulang, Tar?" tanya Pram menc

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   60. Daging Yang Mana

    "Makanya saya bilang apa tadi, Bu," sahut Pram dengan suara berbisik yang masih terdengar serak, tangannya gemetar saat memegang gagang wajan yang sebenarnya belum panas."Met pagi, Ibu!" seru Intan yang tiba-tiba muncul di ambang pintu dapur dengan wajah ceria khas bangun tidurnya. Ia langsung me

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   53. Gede Tapi Banci

    Pram cukup kaget mendengar permintaan Dara. Timbul pertentangan batin dalam dirinya. Ia terdiam sejenak untuk berpikir ulang dan menimbang."Enggak dulu ya, Ra. Masih ada hari lain kok, lagian hari udah siang hampir sore begini. Takutnya nanti pas kita lagi asyik, malah ada yang tiba-tiba dateng at

    last updateLast Updated : 2026-03-22
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status