Ngik... ngok... srek. Suara itu lebih mirip rintihan kerongkongan tua yang sedang dicekik daripada bunyi mesin pompa air. Di bawah terik matahari pukul satu siang yang sanggup mematangkan telur di atas aspal, Raka Pradana berjongkok di depan sumur bor milik Mak Odah. Keringat mengalir dari pelipis Raka, melewati bingkai kacamata titaniumnya, dan jatuh tepat ke atas casing pompa Sanyo yang sudah berkarat parah hingga warnanya menyerupai kulit sawo matang yang busuk. Di sampingnya, sebuah koper peralatan elektronik mutakhir terbuka lebar, menampilkan deretan obeng magnetik, sensor tekanan digital, dan pemindai ultrasonik yang tampak sangat tidak pada tempatnya di atas tanah becek Petamburan. "Pak Raka, mending panggil Bang Udin tukang ledeng aja. Dia biasanya cuma butuh palu sama doa buat benerin ini," Citra Melati berdiri di ambang pintu rumahnya, memegang segelas es teh plastik yang embunnya menetes ke lantai se
Ler mais