CUP.Elang mendaratkan ciuman di kulit leher Citra yang sensitif, memberikan hisapan kecil yang posesif. Jemarinya yang menahan pinggang Citra gemetar halus, sebuah tanda bahwa benteng kendali dirinya sedang berada di ambang keruntuhan."Ahh..." Citra melenguh pelan. Kepalanya mendongak secara insting, memberikan akses lebih luas bagi Elang.Tangan kanannya tanpa sadar merayap naik, meremas rambut belakang Elang yang biasanya tertata klimis sempurna, kini mulai berantakan oleh gairah.Elang memindahkan ciumannya ke sepanjang garis rahang, menuju telinga Citra. Napasnya yang memburu terasa menggelitik."Saya hampir gila menunggu hari ini, Citra," bisik Elang, suaranya pecah oleh keinginan yang sudah ia pendam sejak pertama kali melihat gadis itu menyikat baju di papan gilesan."Bapak... Elang... Ibu ada di sebelah," Citra mencoba mengingatkan, meski suaranya sendiri terdengar tidak yakin.Elang tidak menjawab dengan kata-kata. Ia justru membungkam bibir Citra dengan ciuman yang dalam d
Read more