Aku lalu bergegas kembali ke unit karena yakin Sari akan berbuat nakal. Aku begitu penasaran, karena Sari kerap melakukan hal-hal tidak terduga yang menggairahkan. Begitu sampai di sofa, aku langsung menghempaskan tubuhku sambil memegang gagang kacamata."Mode monitor: Pelayan 2, Sari."Dunia di sekitarku seketika memudar, berganti dengan proyeksi tiga dimensi yang jernih. Aku melihat Sari sedang berada di dalam kamar rumah Pakde Tarman yang remang.Dia baru saja meletakkan ponselnya, namun kacamata ini menangkap riwayat aktivitasnya dengan presisi digital. Alisku bertaut. Ternyata, setelah mengirimkan rentetan foto panas itu kepadaku, dia meneruskan foto-foto yang sama kepada Herman."Apa yang sedang kau rencanakan, Sari? Kenapa kau mengirimkan foto-foto itu pada Herman?"Suaraku menggelegar langsung di pusat kesadaran Sari. Dia tersentak, hampir terjungkal dari tepi tempat tidur. Matanya yang sayu membelalak, menoleh panik ke penjuru kamar yang kosong."T-tuan? Ampun, Tuan Bejo!"Sa
Last Updated : 2026-04-13 Read more