Bunyi kaca tempered yang bergetar hebat menjadi musik latar di telingaku saat aku memperhatikan layar monitor. Nadia, dengan wajah yang ditekan ke dinding transparan itu, tampak seperti lukisan penderitaan yang indah. Napasnya yang memburu meninggalkan uap tipis di permukaan kaca, sementara pria tua berperut buncit itu menghajarnya dari belakang tanpa ampun."Liat, Hardi! Manajer kebanggaanmu ini ternyata punya tenaga kuda di pinggulnya!"Pria tua itu terengah, tangannya yang dipenuhi bintik penuaan mencengkeram erat rambut panjang Nadia, menariknya ke belakang hingga leher putih itu membentuk busur yang tegang. Hardi tertawa terbahak-bahak dari pinggir lapangan, asap cerutunya mengepul abu-abu di bawah sorot lampu neon yang tajam."Hajar saja, Om! Jangan kasih kendor. Dia memang didesain untuk menampung beban berat, bukan cuma beban kerja di kantor!"Hardi mengembuskan asapnya ke udara, matanya yang merah menatap lapar ke arah tubuh Nadia yang bergetar. Nadia hanya bisa mengerang,
Last Updated : 2026-04-18 Read more