MasukBejo hanyalah seorang OB rendah yang diremehkan dan direndahkan di tempat kerjanya, terutama para wanita. Semua itu menyulut dendam dalam diri Bejo, tetapi dia tidak bisa apa-apa. Sampai dia menemukan sebuah “Kacamata Penakluk Wanita” di gudang berdebu. Kacamata itu memiliki sistem yang membedah statistik rahasia, skandal busuk, hingga hasrat terdalam setiap wanita yang ia tatap. Dengan alat itu di tangannya, Bejo bisa membalikkan keadaan. Namun, tidak sampai di situ saja. Kacamata ini memberikan berbagai tugas yang membuat Bejo berubah dari pria yang polos menjadi dominan dan penuh muslihat. Tatapan kosongnya berubah tajam, dan tubuh kurusnya perlahan terbentuk sehingga dia tidak mudah diremehkan lagi. Bejo mulai menggunakan kacamata penakluk itu untuk menaklukkan para wanita yang dulu menghinanya. Satu per satu, manajer dingin hingga istri konglomerat jatuh ke dalam kendali mentalnya.
Lihat lebih banyakGuncangan kasar di lutut membuyarkan mimpiku tentang wajah keriput Nenek. Aku tersentak, punggungku menghantam sandaran jok kulit yang empuk. Cahaya dari dasbor SUV mewah ini menyilaukan mata yang masih lengket."Bangun! Kita sudah keluar tol setengah jam yang lalu."Nadia mendesis. Jemarinya mencengkeram kemudi begitu erat hingga buku jarinya memutih. Dia melirik navigasi di layar sentuh besar yang terpasang di tengah kabin."Navigasinya bilang kita sudah masuk wilayah desa yang kamu tandai. Sekarang ke mana? Aku tidak mau tersesat di tengah hutan ini."Aku mengucek mata, mengusir sisa kantuk yang menggelayut. Di luar jendela, kegelapan pekat menelan segalanya. Hanya sorot lampu LED mobil yang membelah jalanan aspal sempit yang mulai berlubang. Pohon-pohon jati berdiri kaku di kanan-kiri jalan seperti barisan raksasa yang mengawasi kami."Lurus saja. Nanti ada jembatan kecil, belok kanan ke jalan tanah."Nadia mengerem mendadak saat roda depan menghantam lubang. Dia mengerang, memuku
Debu menari-nari di bawah sorot lampu neon yang berkedip, menerangi barisan rak besi berkarat di gudang arsip. Aku menyandarkan punggung pada tumpukan kardus yang sudah lapuk, menunggu Nadia menyelesaikan urusannya di atas sana.Suasana sunyi, hanya deru AC tua yang batuk-batuk di sudut ruangan. Aku menyentuh tulang pipi kananku. Iseng, aku mengetuknya tiga kali dengan ujung telunjuk.Tik. Tik. Tik.Sensasi dingin merayap di pelipis. Tiba-tiba, kacamata bingkai emas itu mewujud kembali, terasa ringan namun kokoh di pangkal hidungku. Sebuah layar hologram biru transparan berkedip di depan mataku, menampilkan barisan kode yang berjalan cepat.[MODE STEALTH: NONAKTIF]"Jadi, kamu bisa menghilang, ya?"Aku bergumam pada kekosongan. Suaraku menggema di antara tumpukan kertas. Layar itu merespons dengan kilatan cahaya kecil.[KONFIRMASI: PEMILIK MENGGUNAKAN MODE STEALTH SECARA OTOMATIS SAAT TERDETEKSI ADANYA KONTAK VISUAL DENGAN TARGET. KACAMATA HANYA DAPAT DILIHAT OLEH PEMILIK.]Aku melepa
Nadia menatapku. Matanya menyiratkan penghinaan. Bola matanya melebar, seolah baru saja mendengar lelucon paling busuk yang pernah ada. Ketegangan yang tadinya mengendur, kini kembali menegang. Alisnya yang terawat terangkat, membentuk lengkungan tajam."Perintah?" Nada suaranya bergetar, namun bukan karena takut. Itu adalah getaran kemarahan yang tertahan, seperti senar biola yang ditarik terlalu kencang, siap putus kapan saja. "Seorang OB... memerintah saya?"Aku membalas tatapannya, tidak berkedip. Senyum tipis yang tadinya kuberikan kini mengeras, membentuk garis lurus. Aku menyilangkan tangan di dada.Gerakan sederhana, namun terasa seperti deklarasi perang. Postur tubuhku, yang tadinya terkesan memohon di hadapannya, kini tegak, memancarkan aura baru yang asing bahkan bagiku sendiri. Aku mengklaim ruangan ini, mengklaim Nadia.[PEMBERITAHUAN SISTEM: TARGET MELAWAN. KONSISTENSI DOMINASI ADALAH KUNCI UNTUK MENEKAN RESISTENSI.]Suara dalam benakku menggaung, seolah memberiku dorong
Sebuah notifikasi berkedip di pandanganku.[PEMBERITAHUAN SISTEM: BERKAS DIGITAL BERHASIL DIAMBIL. SIAP DITRANSFER][PILIH PERANGKAT PENYIMPANAN]Aku berpikir sejenak, tatapanku jatuh pada ponsel Android lamaku di saku. Layarnya retak seribu, bodinya baret di sana-sini, tapi itu satu-satunya perangkat yang kupunya. Dalam hati, aku membayangkan tumpukan data curian itu merayap masuk ke dalam ponsel bobrokku.[PERANGKAT TERDETEKSI: PONSEL ANDROID SAMSUNG GALAXY ACE 3. VERSI OS: JADUL. KAPASITAS MEMORI: MINIM. REKOMENDASI: PERLUAS KONEKSI MEMORI INTERNAL DENGAN USB HOST][MASUKKAN TELUNJUK KE PORT USB UNTUK SINKRONISASI DATA]Aku menarik ponsel keluar, menatap lubang kecil tempat kabel pengisi daya biasa masuk. Telunjukku bergetar saat aku menempelkannya ke sana. Rasanya aneh, menggelikan, seperti ada semut-semut listrik merayapi ujung jariku. Sebuah sensasi dingin menjalar dari sana, menembus kulit, terus naik ke lenganku.[TRANSFER DATA SEDANG BERLANGSUNG...][10%... 30%... 70%... 100%






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.