Keesokan harinya, aku kembali menghampiri Mila. Sinar matahari siang itu memantul di lantai granit area komersial, menciptakan kilau yang menyilaukan mata.Aku melangkah santai, menyusuri deretan toko hingga pandanganku tertumpu pada sosok mungil yang duduk di bangku taman. Mila sedang di sana, jemarinya sibuk memijat pangkal leher dan bahunya sendiri dengan raut wajah yang sedikit meringis.Begitu menyadari kehadiranku, wajah ketusnya kemarin hilang entah ke mana, digantikan oleh lengkungan bibir yang manis dan binar mata yang hangat. Dia segera menghentikan pijatannya dan menegakkan punggung."Eh, Mas Bejo. Baru turun?"Aku mengangkat alis, sengaja menunjukkan raut heran yang dibuat-buat. "Wah, ada apa ini? Kok mendadak ramah sekali?."Mila mengerucutkan bibirnya, sebuah gerakan manja yang membuat lesung pipitnya mengintip malu-malu. Dia menggeser duduknya, memberi ruang bagiku untuk bergabung."Ih, jangan gitu dong Mas. Kan semalam sudah
Zuletzt aktualisiert : 2026-04-02 Mehr lesen