Aku mengembuskan napas panjang, membiarkan udara malam yang lembap memenuhi paru-paruku sebelum membuka suara dengan nada paling rendah yang bisa kumanipulasi."Santai saja, Neng. Nama saya Bejo. Saya cuma pembantu di unit penthouse atas."Mila mendengus, jemarinya yang lentik mengusap sisa abu rokok di ujung sepatu ketsnya yang mulai kusam. Dia menoleh perlahan, menatapku dengan mata yang kini tidak lagi memancarkan api kemarahan, melainkan sisa-sisa kelelahan yang mendalam."Lu sudah tahu nama gue tadi, kan? Gue tahu elu sengaja ngelirik name tag gue pas di kasir."Aku mengangkat bahu, menyandarkan punggung pada pagar besi yang dingin sambil menatap pantulan lampu gedung di permukaan air kolam yang hitam."Ya, saya memang tahu nama kamu, Mila. Tapi tidak ada salahnya kita bicara baik-baik, bukan? Apalagi saya lihat kamu sepertinya sedang mikirin banyak masalah di kepalamu."Mila mendengus lagi, kali ini diikuti tawa hambar yang lebih mirip
Last Updated : 2026-04-01 Read more