Pagi kembali menyapa dengan rutinitas lama yang membosankan. Aku berdiri di ambang pintu masuk kantor, seragam OB kumal terasa asing membalut tubuh yang baru kemarin merasakan gejolak kekuasaan.Aroma karbol dan pembersih lantai yang tajam menyambutku, menarikku kembali ke realitas, meski pikiranku masih dipenuhi bayangan Sari yang meronta di bawah kendaliku, atau Nadia yang bergetar pasrah di bawah sentuhan virtualku.Aku melangkahkan kaki, mencoba menarik napas dalam-dalam, mengendurkan otot-otot yang masih sedikit tegang. Koridor panjang yang mengilap membentang di depanku, sesekali dilewati para karyawan yang terburu-buru, membawa tumpukan dokumen atau cangkir kopi panas.Aku berjalan pelan, menyeret langkah, kepala menunduk seolah sibuk memperhatikan sepatu ketsku yang usang.Lalu, dia muncul.Dari kejauhan, aku melihat Nadia, anggun dalam balutan kemeja sutra berwarna pastel dan rok pensil ketat, melangkah keluar dari lift. Rambutnya yang panjang lurus kini tergerai bebas, berge
Last Updated : 2026-03-06 Read more