Deru baling-baling helikopter Eurocopter EC135 milik Dirgantara Group membelah pekatnya langit Jakarta yang malam itu mendadak diguyur hujan badai yang sangat dahsyat. Kilatan petir sesekali menyambar, menerangi kabin helikopter yang sempit dengan cahaya putih yang menyakitkan mata. Di dalam sana, suasananya jauh lebih mengerikan daripada badai yang mengamuk di luar. Bau mesiu yang terbakar, aroma hangus dari sisa ledakan, dan bau besi yang tajam dari darah segar memenuhi udara yang terasa semakin menipis.Reno Dirgantara tergeletak tak berdaya di lantai kabin yang bergetar hebat. Wajahnya yang biasanya selalu menyiratkan kekuatan absolut, otoritas yang tak terbantahkan, dan ketenangan yang mematikan, kini tampak sangat rapuh. Kulitnya pucat pasi seputih porselen, dengan bibir yang mulai membiru karena kedinginan dan kehilangan banyak oksigen. Matanya terpejam sangat rapat, sementara napasnya terdengar pendek, berat, dan tersengal-sengal seolah-olah setiap tarikan udara ada
続きを読む