Gelombang Samudra Hindia menghantam lambung kapal pesiar "The Great Naga" dengan ritme yang konstan dan berat, menciptakan suara gemuruh air yang menenangkan sekaligus mengintimidasi. Kapal pesiar setinggi lima lantai itu membelah kegelapan malam dengan kecepatan penuh, meninggalkan kerlip lampu pelabuhan Jakarta jauh di belakang. Di anjungan kapal yang dipenuhi oleh layar-layar navigasi canggih, Reno Dirgantara berdiri tegak, menatap lurus ke arah cakrawala yang hitam pekat. Angin laut yang dingin menerpa wajahnya, namun matanya tetap tajam, memantau setiap titik radar yang muncul di layar monitor utama."Tuan Reno, kita sudah berada di koordinat netral, sepuluh mil laut dari perairan internasional," lapor Bayu yang berdiri di samping kendali kemudi otomatis. "Sistem kamuflase elektronik kita sudah aktif. Di radar sipil maupun militer, kapal ini hanya akan terlihat sebagai gumpalan awan atau gangguan sinyal kecil."Reno mengangguk tanpa melepaskan pandangannya dar
Last Updated : 2026-04-30 Read more