Pukul delapan pagi tepat, jantung bisnis Jakarta di kawasan Sudirman biasanya sudah mulai berdenyut dengan hiruk-pikuk rutinitas kantoran. Namun pagi ini, suasana di depan Menara Dirgantara Group terasa sepuluh kali lebih tegang dan mencekam. Ratusan awak media, dari televisi nasional hingga portal berita internasional, sudah berkumpul di balik garis polisi yang dipasang ketat. Mereka semua haus akan satu hal: kepastian mengenai nasib Reno Dirgantara setelah ledakan dahsyat di rumah sakit miliknya semalam.Di dalam lobby gedung yang berlapis marmer Italia, para karyawan berdiri dalam kelompok-kelompok kecil. Wajah mereka cemas, saling berbisik tentang rumor kebangkrutan, kematian sang CEO, hingga rencana akuisisi paksa oleh pihak asing. Suasana ketidakpastian itu menggantung tebal di udara, seperti kabut sebelum badai besar melanda.Tiba-tiba, suara deru mesin mobil yang berat memecah kebisingan. Iring-iringan tiga unit mobil Range Rover Sentinel hitam berlapis baj
Baca selengkapnya