Di dalam saluran ventilasi yang sempit, pengap, dan dipenuhi debu bertahun-tahun, Karin bisa merasakan panas yang menyengat merambat dari pipa-pipa uap di bawah perutnya. Bau oli mesin yang terbakar, aroma tembaga dari kabel yang panas, serta bau ozon dari perangkat elektronik canggih di bawah sana menusuk indra penciumannya hingga kepalanya terasa pening. Jantungnya berdegup kencang, suaranya terasa memekakkan telinganya sendiri di ruang yang hampa dan sempit itu. Namun, tangan Karin tidak lagi gemetar. Ia telah melewati titik balik dalam hidupnya; ia bukan lagi sekadar ibu rumah tangga yang menunggu di rumah, ia telah menjadi ujung tombak bagi kelangsungan hidup keluarga Dirgantara.Melalui celah kisi-kisi besi yang tajam, Karin menatap ke bawah dengan mata yang menyipit tajam. Laboratorium rahasia Arman Wijaya di jantung 'The Nest' adalah sebuah mahakarya kegilaan teknologi yang mengerikan. Dinding-dindingnya dilapisi baja titanium tahan ledakan, dan deretan rak server h
Ler mais