"Maaf Tuan, ini minuman Anda! Silakan dinikmati!"Suara Dimas terdengar tegas, sedikit keras, sengaja memotong interaksi Elang dan Ryan. Tangan Dimas dengan cekatan mendorong segelas minuman ke arah Elang, sementara matanya melirik tajam ke arah pintu masuk VIP.Elang menoleh sedikit. Dari sudut matanya, dia melihat rombongan Julian berjalan masuk dengan angkuh, dikelilingi empat pengawal bertubuh raksasa. Dia tertawa lebar, seolah tidak baru saja menyeret mayat di hotel sejam yang lalu."Dim—" Elang hendak protes. Darahnya mendidih ingin menerjang wajah sombong itu sekarang juga."Pergi, Bang!" desis Dimas tanpa suara, matanya memohon.Elang mengepalkan tangan di atas meja bar hingga gelas whiskey di tangannya bergetar. Rahangnya mengeras, gigi-giginya bergemeretak menahan impuls liarnya. Dia tahu Dimas benar. Menyerang sekarang sama saja bunuh diri dan membahayakan Dimas.Dengan gerakan kaku, Elang menarik ke atas kerah jasnya,
Zuletzt aktualisiert : 2026-02-09 Mehr lesen