"Rahasia antar lelaki, eh?" Suara Julian memecah ketegangan di antara Elang dan Barata. Elang dan Barata menoleh serentak. Julian berdiri di ambang pintu penghubung ruang kerja dan ruang makan, bersandar santai dengan tangan di saku celana. Wajahnya tersenyum, tapi mata berkilat marah. Dia mendengar semua, Barata menyebutnya serakah dan bodoh. Namun, Julian adalah aktor yang hebat. Dia tidak meledak. Dia menelan penghinaan itu dan mengubahnya menjadi racun. "Tenang saja, Pa! Aku tidak keberatan E menjadi mata-mata," Julian berjalan mendekat, lalu merangkul bahu Elang dengan cengkeraman yang terlalu kuat. "Dia anjingku. Kalau dia menggigit tuannya, aku tinggal menembak kepalanya. Benar kan, E?" Elang merasakan aura membunuh dari Julian. Kunci emas pemberian Barata terasa panas di saku celananya. "Saya hanya menjalankan perintah, Tuan," jawab Elang datar. "Bagus," Julian menepuk pi
Zuletzt aktualisiert : 2026-02-26 Mehr lesen