Gedung Kejaksaan Negeri tahun 1996. Bangunan itu kokoh dengan arsitektur peninggalan Belanda yang cat putihnya mulai kusam. Tidak ada fingerprint di pintu masuk, tidak ada kamera CCTV di setiap sudut, dan yang pasti... tidak ada Wi-Fi. Elang memarkir Honda Civic Genio-nya. Dia turun, merapikan dasi yang terasa mencekik leher. "Pagi, Pak Elister!" sapa seorang satpam tua dengan hormat, membukakan pintu kaca lobi. Elang hanya mengangguk singkat. Dia takut kalau dia menjawab, aksen tahun 2024-nya akan keluar. Dia berjalan masuk ke ruangannya. Suasana di dalam riuh oleh suara mesin ketik manual dan asap rokok. Ya, di tahun ini, orang masih merokok bebas di dalam ruangan ber-AC. Baunya membuat Elang sedikit pusing. "Mas Elister!" Sari, sekretarisnya yang berambut bob, berlari kecil menghampiri sambil membawa tumpukan berkas tebal. "Mas, ini berkas dakwaan kasus pencuria
Zuletzt aktualisiert : 2026-02-15 Mehr lesen