TPU Tanah Kusir Sektor Utara - Pukul 02.00 WIB.Hujan deras mengguyur area pemakaman yang gelap gulita. Kilat menyambar sesekali, menerangi barisan alat berat excavator kuning yang diam mematung seperti monster tidur, siap meratakan tanah leluhur itu esok pagi.Sebuah mobil SUV hitam berhenti di jalan setapak berlumpur.Elang turun, kakinya goyah saat mendarat di tanah basah. Tubuh Elister yang baru bangun dari koma berontak, sendi-sendinya kaku dan nyeri, tapi Elang memaksanya bergerak."Tuan, biar kami saja," ujar salah satu pengawal Kara."Minggir!" tolak Elang kasar. Dia menyambar sekop dari bagasi. "Harta ini milikku. Aku yang menguburnya, aku yang harus menggalinya."Kara memayungi Elang, menatap cemas wajah pria itu yang pucat. "Ingat jantungmu, El. Jangan terlalu memaksakan diri."Elang tidak peduli. Dia berjalan tertatih menuju pohon Kamboja tua dengan batang meliuk huruf 'S'. Pohon itu masih di sana, meski daun
Zuletzt aktualisiert : 2026-02-22 Mehr lesen