Saat memasuki ruang kerjanya,mata Oom Feliks langsung tertuju ke kursi kerjanya, tempat ia dan Diandra memuaskan keinginan liar mereka. Oom Feliks menerawang ketika Diandra duduk di atas pangkuannya posisi yang sangat disukai Oom Feliks benar-benar membuatnya kehilangan kewarasan, miliknya bisa masuk ke pusat terdalam milik Diandra membuat mereka mengerang, mendesah saling berpacu kuat. Oom Feliks tersenyum mengingat dirinya kehilangan kontrol. “Ssshhht…,”Oom Feliks menggeleng ingin meleyapkan bayangan erotis mereka dari pelupuk matanya. Duduk di atas kursi kerjanya, mengambil dokumen yang belum sempat dibacanya, ingin memusatkan konsentrasinya. Konsentrasinya buyar, ketika ponselnya berdering, dilihatnya log pangilan, "Canduku,"tersenyum ketika wajah Diandra nampak di layar ponselnya. “Aku sudah di apartemen, pak Tikno sudah nyampe?” “Sudah, sedang membersihkan kamar ," “Feliks, suamiku, aku merindukanmu lagi, rasanya sedetik tidak bersama mu rasanya aku tidak mampu," “”Aku
Read more