Mobil berhenti di basement posisi parkir khusus untuk penghuni VVIP, Feliks turun langsung masuk ke dalam ruangan lift, tersenyum sejenak ketika bayangan Diandra menari-nari di pelupuk matanya, melepaskan topeng yang dipakainya jika berinteraksi di luar,wajah dingin, arogan, sombong langsung sirna dari wajah Feliks , wajah kesepian seorang laki-laki yang damba sentuhan seseorang yang dicintainya. Masuk kamar, kesepian menyanbutnya di pintu,ruang tamu sofa favorit mereka tidak nampak Diandra duduk membaca novel kesayangannya , dibukanya kamar tidur utama yang dicari tak namap,”Isteri kecilku kamu main petak umpet?” Kata Feliks membuka pintu kamar mandi. Sepi. Demikian juga walk-in closet, hanya angina dingin AC menyerbu wajahnya. Panik mulai melanda Feliks, dilemparnya jas, tas kerja , melepaskan dasi, keluar kamar membuka kamar tidur, ruang kerjanya, sosok yang dicarinya tidak nampak.Otomatis, Feliks memakai kembali topeng yang telah dilepasnya, mengambil ponsel ingin menelpon sekurit
Read more