Oom Feliks menatap tubuh telanjang yang terkapar di sampingnya, rambut berantakan dengan mata terpejam , bibirnya memancarkan senyum puas, dibelainya tubuh telanjang dengan lembut, ‘Aku berhalusinasi lagi,’batinnya. Dada Oom Feliks terasa nyeri, melihat tubuh yang berbaring pasrah , teringat ultimatum omanya,’satu bulan kau selesaikan hubungan tidak sehat dengan bocah itu.’ ‘Huh, oma bilang bocah? Dia bukan bocah, gadis dewasa yang tahu cara memuaskan diriku, yang membuatku sulit melepaskannya,’batinnya lagi. ‘Malam ini aku menggila, bayang-bayang Fiona menjelma dalam diri baby, aku kira melakukan dengan Fiona, memanggil namanya dan mendesak baby memanggil namaku,melakukannya lagi dan lagi.’batinnya.Tok!Tok!Tok!Terdengar ketukan di pintu ruang kerja Oom Feliks,'Hum.. pak Tikno bawa makan malam dan kudapan, babyku pasti lapar jika habis bercinta, bisa kalap dia kalau tidak ada makanan.'batin Oom Feliks, mengambil kemejanya yang tergeletak di samping sofa, membuka pintu."Pesanan tu
Read more