Feliks sedang duduk di sofa menikmati aroma kopi hitam, menyeruput perlahan, memandang tubuh Diandra yang tergeletak di ranjang , tiba-tiba berubah posisi ke samping, meraih guling kadang -kadang bisa beberapa ganti posisi "Kalau tidur selalu bergerak, mencari posisi yang nyaman,"bisik Feliks kemudian tersenyum mengingat kebiasaan Diandra, kakinya yang mulus sering diparkir di paha, di perut Feliks. "Kalau aku lama disini, bisa-bisa ngak kantor," bisiknya lagi ,meneguk kopi sampai habis. Ponselnya berdering, "Ada apa Hafid menelpon, belum waktunya jam kantor,'bisik Feliks. Terdengar suara dari seberang,"Pagi." sapanya. "Mengapa tidak panggil sekuriti?" "Siapapun yang membuat obat di kantor, harus diamankan! Apalagi mereka bawa wartawan." "Apakah dengan kedatangan ku akan menyelesaikan masalah?" "Meredam masalah? Semalam ibu Sabrina nelpon, dengan tuduhan menculik Brandon, kalau menurut mereka aku yang menculik mengapa tidak melaporkan ke polisi?" Feliks menatap Diandra yang ke
Baca selengkapnya