"Maaf,aku terlalu liar." "Hum, ada masalah di kantor?" tanya Diandra lalu mendesis, menggeliat geli ketika Feliks membersihkan milik Diandra dengan air dingin. "Tidak." "Mengapa kamu sampai diluar kendali? Obrak sana obrik sini seperti ingin mengeluarkan semua beban yang kamu sebut sampah." Feliks menatap Diandra,ada keraguan di matanya. Diandra bisa membaca yang tersirat di mata Feliks. "Kamu anggap aku apa? Hanya tempat kamu membuang sampah masalahmu dengan mengobrak abrik habis tubuhku?" protes Diandra berusaha merapatkan kakinya. "Oma," "Oma memarahimu?" "Tidak!" "Ahh.. geli," Diandra kembali menggeliat kemudian tangannya meraih tangan Feliks ketika kembali jari Feliks membelai milik Diandra. "Cukup, jangan diterusin, nanti kebablasan." "Kita simpan untuk nanti malam," kata Feliks sambil tersenyum nakal. "Tumpahkan sampah yang masih menyangkut di pikiranmu. Aku hanya mendengarkan,aku tidak punya hak untuk memberi jalan keluar. Feliks merebahkan dirinya di samping Diand
Read more