Diandra menggeliat ketika bibir Feliks intens bermain di bibirnya. "Bangun tukang tidur," bisik Feliks. "Uhh... rasanya masih ingin tidur." "Sudah jam dua belas siang, kamu tidak lapar?" "Lapar bisa ditahan tapi ngantuk sulit ditahan," ujar Diandra, menarik bedcover memejamkan kembali matanya. "Aku pesan makanan, mau pesan apa?" Tidak ada jawaban, Feliks menoleh lalu tersenyum mendengar dengkur halus Diandra. 'Pasti ia lelah, kita melakukannya lepas kendali , mungkin suasana kamar, ranjang empuk , suasana hati ...mmm.. atau kami resmi suami isteri, membuat kami liar bahkan Diandra terus mencengkram kuat pinggulku, merengek-rengek lebih cepat,' batin Feliks teringat permainan cinta mereka semalam, menyisakan denyut-denyut yang mengenakkan di bawah sana. Feliks meraih buku menu, memesan beberapa makanan dari minuman melalui room service. Terdengar keluhan Diandra, tangannya terangkat seolah melindungi dirinya,"Jangan...!" "Beb...kamu mimpi?" Diandra terlihat gelisah,
Magbasa pa