Ponsel Feliks berdering dilihatnya log panggilan, menutup ponselnya,"Tante Lie Hua," bisiknya. "Hallo Tante,Khabar apa? " Feliks membuka mode suara , terdengar suara Tante Lie Hua. "Kamu sendiri? Istrimu ada di samping mu?" "Saya lagi di ruang kerja." "Di kantor?" "Di rumah," "Saya mau ketemu dengan kamu, istrimu tidak usah ikut." "Adakah yang ingin tante sampaikan? Bisa langsung sekarang, karena sebentar lagi saya akan ke kantor." "Saya mau bicara tentang isterimu , kampungan! lancang sekali dia!" "Kalau mengenai hal itu, saya kira sulit tante." "Beraninya istrimu merendahkan keluargamu,bisa -bisa dia nanti ia merendahkan kamu! Ingat kamu itu pimpinan perusahaan, kok seleramu rendah banget, sudah mode kampungan , tidak beradab." "Kalau saya simak apa yang dikatakannya benar adanya. Sebagai istri dia membela suaminya yang dituduh mau menguasai harta dan aset milik mami." Ujar Feliks sambil menghela napas dalam-dalam, ingin mengikis emosi yang meluap. "Sabrina bilang istrim
اقرأ المزيد