Hari sudah hampir larut malam, Isabella yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya pun segera kembali ke kamarnya untuk istirahat. Begitu ia masuk ke dalam kamar, Isabella terperanjat mendapati Aldrich yang tengah tertidur di atas ranjang. Pria itu hanya memakai jubah mandi putih yang menutupi tubuhnya."Apa dia benar-benar tidur, atau hanya pura-pura?" gumam Isabella mendekati Aldrich. Isabella duduk di tepi ranjang, memandangi wajah Aldrich yang teduh. Pria itu seperti tengah sangat kelelahan. Entah kegiatan apa atau pekerjaan apa yang dia lakukan seharian tadi, Isabella tidak tahu. Dari rambut hitam legamnya yang setengah basah karena air mandi, lalu kulit tubuhnya yang putih dan mulus parasnya yang tampan, serta dada bidang dan perutnya berotot indah. "Kadang, aku meragukan kalau kau adalah pria bayaran, Aldrich," gumam Isabella mengulurkan tangannya menyilakan rambut Aldrich yang menutupi dahinya. "Kau ... sangat tampan, Aldrich." Bibir Isabella cemberut seketika. "Sayangnya,
Read more