"Aku membelikanmu obat-obatan herbal. Ada teh yang harus kau minum, ada juga yang bisa kau gunakan untuk berendam air hangat." Aldrich menunjukkan sesuatu yang ia bawa pada Isabella setelah pria itu mendudukkan Isabella di atas ranjangnya. Wanita itu tampak pucat, Aldrich tidak pernah melihat Isabella seperti ini sejak mereka bertemu. Wajahnya yang pucat membuat Aldrich khawatir. Isabella meraih bungkusan padat teh herbal yang Aldrich bawakan untuknya. "Kau mendapatkan ini semua dari mana? Di mana kau membelinya, Aldrich?" tanya Isabella. "Aku membelinya melalui temanku dari Helenster." "Helenster, negara seberang?" tanyanya. Wanita itu mengangguk-angguk kecil sambil menghidu aroma teh kering yang ia pegang. "Negara itu sangat maju, rajanya juga adil, terkenal dengan perusahaan lokomotifnya yang besar, juga kiblat dari pembelajaran dunia pengobatan herbal.""Iya, Sayang," jawab Aldrich. Isabella memberi anggukan setelah itu. Ia tetap duduk meluruskan kakinya di atas ranjang, me
Read more