Kehidupan di Belanda sangat sibuk sekaligus menyenangkan. Lingkungan yang asing, beban studi yang berat, serta teman-teman dari seluruh dunia …. Semuanya membuatku kewalahan dan tumbuh dengan cepat.Aku berusaha keras belajar bahasa, berlama-lama di perpustakaan, ikut diskusi kelompok. Hari-hariku terisi penuh.Sesekali di tengah malam, aku teringat hal-hal di masa lalu, tetapi rasa perih itu kian memudar. Semakin banyak aku belajar, semakin aku yakin dengan pilihan menjadi jurnalis.Namun, agak berbeda dari ibuku, aku ingin menjadi jurnalis perang, mengungkap kebusukan dunia.Kemudian, akhir pekan tiba seperti biasa. Hari itu, aku dan beberapa teman sejurusan keluar dari perpustakaan, bersiap pergi ke kafe di pusat kota untuk duduk-duduk.Langit Amsterdam selalu kelabu. Angin yang membawa uap air kanal menerpa wajah, terasa agak dingin.Baru saja kami tiba di depan kafe, sebuah sosok yang begitu familier hingga membuat jantungku berhenti sejenak tiba-tiba saja menampakkan wujudnya dal
Baca selengkapnya