Namun, yang menjawab bukan Ibu."Permisi, Anda siapa? Nyonya sedang menemani Nona kami merayakan ulang tahun. Dia tidak sempat menerima telepon. Ada keperluan apa mencari Nyonya?"Aku menelan darah di mulutku, lalu berkata dengan serak, "Aku Ratna ...."Di seberang sana terdiam sejenak, lalu terdengar nada sungkan, "Nona, Nyonya sudah berpesan. Asalkan Nona yang telepon, kami nggak diperbolehkan angkat sama sekali hari ini.""Tuan juga bilang ... kecuali Anda sudah mati, jangan pernah mengganggu dia dan Nyonya."Penculik itu tidak bisa menahan diri dan tertawa terbahak.Aku tidak tertawa. Dengan suara bergetar, aku memohon ke arah telepon. "Bi Sri, aku mohon. Tolong berikan telepon itu ke mereka. Nggak perlu apa-apa, asal mereka mau mengangkat. Cukup angkat saja."Mungkin karena aku terdengar terlalu putus asa, Sri menghela napas panjang. Sambil membawa telepon, dia berjalan masuk ke pesta yang riuh dan meriah. "Nyonya, ini telepon dari Nona Besar. Dia minta Anda harus mengangkatnya."
Read more