Pesta teh kali ini diadakan di kediaman Melody, salah satu putri Count yang belakangan sedang naik daun.Termasuk Aline dan Karin, mereka hadir dengan gaun terbaik masing-masing.Aline sedang tidak ingin berdebat, mencari ribut, atau adu argumen. Karena suasana hatinya sedang buruk, dia baru saja menangis karena Daryl tadi.Namun tidak dengan Karin. Entah dendam kesumat apa yang dia miliki terhadap Aline, hingga terus mengganggunya dan tidak membiarkannya tenang."Wah, calon Duchess ada di sini ternyata? Oh, atau malah calon Marchioness? Wah, Anda beruntung sekali." Karin datang, bersama dua temannya, ke hadapan Aline.Dia membuka kipasnya sebagian, lalu tersenyum anggun di balik kipas itu. Seolah itu hal yang biasa, kipas tangan seakan merupakan sebuah senjata."Beruntung? Bukankah itu malah serakah? Karena terlahir dari rakyat jelata, dia langsung ingin mengambil semuanya." sahut salah satu Lady itu, sementara yang lainnya tertawa."Tidak, jangan begitu, Lady Miora. Coba sebenarnya
続きを読む