Adel berjalan dengan anggun di lorong ruangan. Riasan wajahnya tipis, terlihat natural, namun juga meninggalkan kesan elegan. Gaun yang dipilihnya terkesan kasual, namun tidak biasa. Karena saat ini dia akan bertemu dengan pria itu, Pangeran Shand. Pangeran dari kerajaan tetangga yang sudah dipilihkan sang ayah untuk menjadi suaminya. Ia bersama salah satu pelayan pribadinya yang terus mengikutinya dari belakang. Tidak akan ada yang menyangka bahwa gadis yang sama semalam menangis hebat karena tidak ingin menikah. Tidak ada yang menduganya. Pintu terbuka. Tampak seorang pria duduk di meja, dengan beberapa hidangan mewah tersaji di sana. Adel bahkan tidak tahu sejak kapan ruang kosong di ujung istana ini bisa berubah menjadi ruangan seindah ini, dengan harum yang sulit dilupakan. Adel masuk ke sana sendirian. Pelayan pribadinya dia biarkan tetap di luar. Perlahan, pintu pun tertutup, menyisakan Adel dan pria berambut pirang cerah itu. "Maaf atas keterlambatan saya. Rasanya baru
Read more