Udara pagi di lapangan latihan memanah terasa tajam dan bersih, namun ketenangan itu tidak meresap ke dalam jiwa Chen Xu. Sang Kaisar berdiri tegak dengan busur kayu hitam yang kokoh di tangannya, otot lengannya menegang saat ia menarik tali busur. Namun, matanya tidak sepenuhnya tertuju pada papan sasaran di ujung lapangan.Pandangannya terus teralih ke arah timur, ke sebuah petak tanah yang rimbun dengan tanaman hijau dan bunga-bunga liar yang tertata rapi. Itu adalah taman obat milik Li Lian, letaknya memang tak jauh dari Paviliun Kenanga dan hanya dibatasi oleh pagar tanaman rendah dari area latihan militer. Dari posisinya, Chen Xu bisa melihat sosok wanita dengan jubah sederhana berwarna hijau pucat yang sedang berjongkok, jemarinya dengan telaten memilah dedaunan.Konsentrasi sang Kaisar buyar. Ia melepaskan satu anak panah, dan untuk pertama kalinya dalam sejarah latihannya, anak panah itu hanya mengenai pinggiran sasaran."Yang Mulia, apa Anda mau saya panggilkan Nona Li Li
Read more