Cahaya fajar menyelinap masuk melalui celah kelambu sutra, menerangi suasana peraduan yang masih hangat oleh sisa-sisa malam yang panjang. Li Lian terbangun dalam dekapan yang sangat posesif, lengan kekar Chen Xu melingkar erat di pinggangnya, seolah-olah sang Kaisar takut jika ia melepaskan pegangannya, wanita di pelukannya akan menguap seperti embun."Yang Mulia..." bisik Li Lian lembut, namun Chen Xu hanya mengerang rendah dan justru menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Li Lian, menghirup aroma kulitnya yang kini bercampur dengan wangi maskulin sang naga.Ketukan pelan di pintu luar memecah keheningan. "Yang Mulia, hamba Kasim Ghao. Ada laporan mendesak."Chen Xu menghela napas panjang, matanya terbuka dengan kilat tajam yang segera menggantikan kantuknya. Ia bangkit, membiarkan jubah tidurnya tersampir longgar, sementara Li Lian dengan sigap merapikan diri di balik tirai.Saat Kasim Ghao masuk, ia segera membuang muka dengan senyum kecil yang tertahan. Melihat bantal yang ber
Read more