"Yang Mulia... hamba hanya seorang wanita yatim piatu yang tidak memiliki klan besar untuk mendukung Anda," ucap Li Lian pelan, suaranya sengaja dibuat datar. "Sedangkan Putri Xiao Yue... dia cantik, sangat cerdas, dan dia membawa kekuatan militer serta jalur dagang Barat di belakang punggungnya. Bukankah itu yang dibutuhkan seorang kaisar?"Li Lian menjeda sejenak, matanya menatap tajam ke dalam mata Chen Xu. "Kenapa Anda begitu keras kepala menolaknya? Padahal, dengan satu anggukan saja, takhta Anda akan semakin kokoh. Apakah Anda tidak merasa rugi melepaskan kecantikan dan kecerdasan seperti itu hanya demi selir sederhana seperti hamba?"Chen Xu terdiam. Suasana di paviliun itu mendadak menjadi sangat sunyi, hanya terdengar suara jangkrik di kejauhan. Ia menatap Li Lian lama, seolah sedang mencari jejak keraguan di wajah wanita itu. Kemudian, ia tertawa rendah—sebuah tawa yang penuh dengan otoritas."Kau mencoba menjebakku dengan pertanyaan itu, hm?" Chen Xu menarik dagu Li Lia
Read more