Malam itu, setelah kepergian Chen Xu dan Li Lian dari perkemahan, suasana di tenda utama suku Kha-Zar tidak lantas meredup. Cahaya api unggun di luar tenda membiaskan bayangan panjang yang menari-nari di atas dinding kain. Yan Lu berdiri mematung di tengah ruangan, sementara Tetua Aghzar masih terduduk lemas, tangannya masih gemetar memegang gulungan kitab silsilah yang baru saja memicu badai di hati sang Kaisar.Lin Feng, yang masih ditugaskan untuk memantau situasi hingga unit pengawal pengganti tiba, melangkah maju dengan wajah kaku. Tangannya tak lepas dari hulu pedang, matanya menatap Yan Lu dengan penuh selidik."Jenderal Yan, apa yang baru saja terjadi adalah sebuah kecerobohan besar," desis Lin Feng. "Membangkitkan legenda kuno di depan Kaisar yang sedang kehilangan ingatannya adalah cara tercepat untuk membuat seluruh suku ini dihukum mati. Anda tahu betapa posesifnya Yang Mulia terhadap Nona Li Lian."Yan Lu menoleh perlahan, senyum tipis yang pahit terukir di wajahnya y
Read more