Lin Feng, yang masih berada di kejauhan, mematung dengan wajah pucat pasi. Ia ingin melerai, namun aura membunuh dari keduanya begitu pekat hingga debu-debu di sekitar mereka seolah menari mengikuti putaran pedang. Pertarungan itu berlangsung sengit, Chen Xu menyerang dengan kecepatan yang mematikan, setiap tebasannya mengincar titik vital, sementara Yan Lu bertahan dengan ketangguhan seorang prajurit yang sudah biasa menjemput maut di medan perang.Yan Lu memutar pedangnya, memanfaatkan momentum untuk membalikkan keadaan. Saat Chen Xu sedikit kehilangan keseimbangan akibat tanah yang tidak rata, Yan Lu melihat celah. Ia tidak berniat membunuh, namun kemarahannya membuat ujung pedangnya melesat lurus ke arah dada sang Kaisar."Yang Mulia!"Tiba-tiba, sebuah bayangan putih berkelebat dengan ilmu ringan yang begitu cepat, seolah melayang di atas tanah. Li Lian, yang seharusnya sudah berada di dalam tandu, ternyata kembali karena firasat buruk yang mencabik dadanya. Tanpa ragu, ia mel
Read more