Aroma gaharu yang pekat memenuhi paviliun pribadi Ibu Suri, menciptakan suasana tenang yang justru terasa menyesakkan bagi Permaisuri Xiao. Di atas kursi kayu cendana yang dilapisi sutra emas, Ibu Suri duduk dengan wibawa yang tak tertandingi. Namun, fokus perhatian wanita penguasa itu tidak tertuju pada menantunya, melainkan pada cucu kesayangannya, Zhao Xinyi, yang sedang berlutut manja di samping kakinya."Nenekanda yang bijaksana," suara Xinyi mengalun manis, jauh berbeda dari pekikan kemarahan yang ia luapkan di Kuil Teratai Putih kemarin. "Jenderal Chen Xu telah kembali dengan kemenangan besar. Bukankah ini saat yang paling tepat untuk menyatukan kekuatan militer dan takhta? Hamba mohon... percepatlah hari pernikahan kami."Ibu Suri mengelus rambut Xinyi dengan penuh kasih, matanya berbinar bangga. "Kau selalu tahu apa yang terbaik untuk stabilitas kekaisaran, Xinyi. Jenderal itu memang butuh kendali, dan kau adalah satu-satunya tali yang bisa mengikatnya pada keluarga kita.
آخر تحديث : 2026-02-18 اقرأ المزيد