Selama ini, ia mengira mimpi-mimpi itu hanya dia sendiri yang mengalami—satu pihak. Namun, mendengar Chen Xu mengatakannya dengan begitu yakin, seolah pria itu juga ikut berdiri di sana, di bawah langit merah ribuan tahun yang lalu, membuat pertahanan Li Lian runtuh.Ia mendongak, menatap mata Chen Xu yang merah karena kelelahan, mencari kepastian di sana. "Anda... Anda juga melihatnya? Anda melihat saat saya—""Saat kau pergi dan aku bersumpah untuk membelah jiwaku?" potong Chen Xu dengan tatapan tajam yang memilukan. "Ya, Lian-er. Aku melihatnya setiap kali aku memejamkan mata di tenda perbatasan. Dan setiap kali aku bangun, rasa sakitnya selalu menuntunku kembali padamu."Li Lian terdiam, napasnya tertahan. Keheningan di antara rak buku itu kini terasa sangat berat, sarat dengan beban takdir yang baru saja mereka akui. Di antara debu sejarah yang membosankan ini, mereka menyadari bahwa mereka bukan sekadar dua orang yang terjepit politik, melainkan dua jiwa yang sedang membayar hu
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-02-16 อ่านเพิ่มเติม